Diposting : 27 August 2018 20:17
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
penampilan para model usai "body Painting"
BALI TRIBUNE - Boddy Painting seakan tidak pernah absen dalam setiap ajang Sanur Village Festival (SVF). Bahkan aksi seni lukis yang menggunakan media tubuh seksibpara wanita itu selalu jadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dalam menyegarkan mata.
 
Pagelaran lomba body painting ini digelar di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan. Sedikitnya ada 13 model jadi kanvas hidup ini meramaikan festival tahunan tersebut.
 
Jumlah model dan seniman merupakan angka yang menunjukkan tahun ke-13 festival yang digelar sejak 2006.
 
Koordinator Body Painting, Ida Bagus Putu Gede Sutama mengatakan olah seni melukis tubuh di festival ini merupakan ajang kreativitas dan tantangan bagi seniman.
 
"Seniman dituntut berkarya di tempat terbuka, disaksikan banyak orang, dan harus menyelesaikan karya sesuai waktu yang telah ditetapkan dengan menggunakan tubuh manusia sebagai kanvas," jelas Sutama.
 
Sesuai tema "Mandala Giri" para seniman pun mengeksplorasi berbagai citraan tentang gunung dan lingkungannya. Gunung dalam konsep masyarakat Bali merupakan pusat spiritual dan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
 
Tema ini mengajak siapa saja untuk memberikan perhatian kembali kepada gunung, sebagai respons atas erupsi Gunung Agung. Melukis pada tubuh telah dilakukan oleh sejumlah suku di berbagai belahan dunia yang menjadi bagian dari ritual adat.
 
"Pewarna yang digunakan Body Painting kali ini menggunakan material khusus yang ramah bagi tubuh, seperti halnya bahan kosmetika yang aman," ucapnya.
 
Sutama mengatakan Body Painting belakangan banyak mewarnai festival dan menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu. "Selain menarik pengunjung, Body Painting juga mengundang minat para seniman," tutupnya.