Diposting : 27 July 2018 16:48
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Rusli Wisanto
Rusli Wisanto
BALI TRIBUNE - Demi memenuhi kuota 8 pebulutangkis yang dikirim ke Yunnan Kunming, China untuk mewakili Oke Bali Travel pada turnamen bulutangkis yang dihelat pada pertengahan September mendatang, maka ada penambahan lagi empat pebulutangkis putra dan putri Bali.
 
Menurut Rusli Wisanto, Presiden Director PT. Oke Bali Internasional, didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa, sebelumnya memang diberikan kuota untuk pebulutangkis itu 8 pebulutangkis putra dan putri untuk juara di tunggal, ganda dan campuran putra dan putri kategori dewasa pada kejuaraan bulutangkis bertitel Oke Bali Internasional Travel (OKB) Cup 2018, di GOR Bulutangkis Gelogor Carik Denpasar, yang berakhir Kamis (19/7) lalu.
 
“Namun karena ternyata di kategori memang khusus dewasa ternyata juaranya banyak yang turun di tiga nomor itu, maka hanya ada empat pebulutangkis putra dan putri saja. Jadinya kami harus menambah empat pebulutangkis lagi putra dan putri yang diambilkan dari runner up,” tutur pria yang akrab disapa Kris itu diamini Darmiyasa, Kamis (26/7).
 
Dengan demikian, lanjutnya, jika sebelumnya ada 4 pebulutangkis yakni Agus Aldi, Putu Agus Aditya keduanya dari Denpasar, serta putri yakni Dinda Sayu Murni dari Badung dan Ayu Mega dari Buleleng, maka tambahan runner up lalu untuk putra yakni Romario J. Sorongan dari Badung dan Gusti Ngurah Dwipayana dari Gianyar. Sedangkan tambahan dua pebulutangkis putri, masing-masing Kadek Wulan dari Denpasar dan Putu Destin dari Denpasar juga.
 
Di lain pihak, kata Darmiyasa, jika 8 pebulutangkis itu dipastikan turun di event itu, dengan bentuk mereka telah membuat surat pernyataan, ketika menghadap ke Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, Nengah Wiratha lalu.
 
“Pak ketua umum memberikan apresiasi kepada Oke Bali Internasional Travel karena telah memberikan kesempatan pebulutangkis Bali menimba ilmu untuk berprestasi ke China. Kalau pelatihnya sudah ditunjuk Ketut Gede Arjana,” pungkas Darmiyasa.