Diposting : 28 June 2019 23:14
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ MENU - Pedagang makanan sedang mencatat menu saat menerima pesanan dari petugas pesan antar berbasis online

balitribune.co.id | Denpasar - Pelaku usaha kuliner dari sektor usaha mikro dan kecil mengalami kenaikan omzet semenjak bergabung dengan layanan pesan antar makanan yang dapat diakses menggunakan aplikasi. Seperti diakui Acil Helmah yang menjual menu ikan bakar patin atau makanan khas Banjarmasin sejak 10 tahun lalu. 

Kata dia, mendirikan warung makan tak semudah membalikkan telapak tangan. Sejak 6 bulan lalu pihaknya memutuskan untuk bergabung dengan GrabFood guna menjangkau pelanggan. “Sebetulnya, ini semua adalah saran dari pelanggan, supaya mereka bisa pesan makanan dengan mudah," terang Helmah, Rabu (26/6).

Sejak saat itu, penjualan di warung makan ini meningkat dan omzet harian pun naik lebih dari 200%. "Banyak mitra pengemudi online yang datang ke warung untuk memesan dan bisa membantu saya menjangkau lebih banyak pelanggan," katanya. 

Pihaknya pun menambah menu yang dijual dan jam buka, dimana awalnya hanya melayani 2 menu saja serta buka dari pagi hingga siang. amun sekarang buka sampai malam. "Sejak bergabung dengan GrabFood dan menambah menu, warung saya jadi makin ramai. Jualan juga lebih mudah dan lebih cepat karena kan online," ucap Helmah. 

Saat ini mitra merchant GrabFood tersebar di 178 kota di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics di tahun 2018, mitra merchant yang bergabung dengan GrabFood rata-rata melihat peningkatan penjualan sebesar 25% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp11 juta/bulan. Pertumbuhan volume pengiriman pun meningkat hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.