Diposting : 19 June 2019 11:20
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ PENATARAN – Para Pemangku dan Serati Banten mengikuti penataran di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar, Selasa (18/6) pagi.
balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar  menggelar Penataran Pemangku dan Serati Banten, Selasa (18/6) di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar.
 
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara selaku ketua panitia acara mengatakan Penataran dilaksanakan secara rutin bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan TPLAH Kota Denpasar. Materi penataran mengenai makna filosofis pelaksanaan upacara dan dapat memberikan layanan serta informasi yang benar kepada umat sesuai ketentuan sastra agama Hindu. “Penataran ini melibatkan setidaknya 173 peserta yang terdiri dari 40 orang Pemangku dan 40 orang Sarathi. Selain itu turut juga 39 orang Penyuluh Bahasa Bali dan 54 orang TPL Agama Hindu yang juga turut menerima penataran,”ujarnya.
 
Adapun narasumber yang terlibat dalam penataran ini diantaranya Drs. Cokorda Putra Wisnu Wardana, M.Si dengan materi Siwa tattwa dalam Susatra Hindu, Prof Dr.I.B Gde Yudha Triguna dengan materi pengurangan pemanfaatan bahan plastik dalam upacara keagamaan, Drs. I.B Putu Adriana dengan materi sesana Pemangku dan Serati Banten, Prof.Dr.I Made Surada, MA. Dengan materi bahasa Sansekerta dalam Puja Pengastawa, sera Ida Pandhita Dukuh Acharya Dhaksa dengan materi Agung Alit Upakara Panca Yadnya.
 
Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara yang hadir membuka acara mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap peningkatan kualitas Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan TPLAH di Kota Denpasar. Program ini menjadi fokus besar dari pembangunan di Kota Denpasar selain bidang dasar seperti pendidikan, kesehatan dan sosial. “Dilaksankannya kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar di dalam peningkatan kualitas melalui penataran serta pendidikan kepada masyarakat di bidang pelayanan keagamaan," ujarnya.